Teruntuk dia yang sedang dalam pelukan ILLAH, Asyria Siti Zanubiya 28
April 2018 – 30 Mei 2018.
Teruntuk semua orang tua dimuka bumi, teruntuk wanita – wanita yang
terlahir istimewa.
Bismillahirrohmanirrohim, semoga
tulisan ini bukanlah bentuk ketidak iklhasan kami melepas Syra, setiap apa yang
terjadi di dunia adalah kefanaan, banyak hikmah dan kebaikan yang tersirat
dibalik semua apa yang manusia suudzonkan pada Tuhan.
28 April 2018, hari terbahagia
dalam hidup kami,
Awal pagi itu saya merasakan
mulas. Ini adalah pengalaman pertama saya mengandung, saya pikir mungkin
mulas-mulas biasa karena ingin bab, namun setelah bab mulas masih terasa,
akhirnya saya ceritakan kepada mamah, mamah minta saya pergi ke bidan, tapi
sedikit pengetahuan saya dari saudara jika terjadi konstraksi yang belum
terlalu sering lebih baik menunggu saja dirumah daripada lama menunggu
pembukaan di bidan. Akhirnya saya memutuskan jalan-jalan kecil saja di depan rumah,
tapi karena mamah saya khawatir akhirnya menyuruh bidan mampir kerumah ketika
akan dinas ke kantor desa.
Bu bidan datang, saya disuruh
berbaring dan relax, tapi wait… kenapa saya disuruh buka celana dalam????
*jujur saya tidak tau. Saya piker cek kandungan seperti biasa didengarkan
denyut jantung dan diraba-raba oleh bidan, tapi ternyata tangannya dimasukan ke
alat kemaluan asli ganyaman sama sekali *untung hanya sebentar saja, tidak
sakit selebihnya kaget aja sih T,T
dibilang saya udah pembukaan dua dan kalau konstraksi sudah 5 menit
sekali baru disuruh berangkat ke bidan. Wah hari ini ya pikir saya, jauh dari
perkiraan HPL dokter di Bandung, Perkiraan Lahirnya sekitar tgl 14 mei, manusia
berencana, Alloh SWT yang menentukan.
Bidan pergi dan tak lama paraji / mak beurang (ibu2 yang membantu
persalinan secara tradisional) datang dan saya harus mengulangi proses
pemeriksaan lagi dengan beliau.. waitttttt lagi???? Saya hanya bisa pasrah
walau ga nyaman, setelah diperiksa lagi dibilang saya sudah pembukaan lima, dan
terus ditanya2 oleh orang sekitar sudah kerasa sering ga kontraksinya? Entah
saya yang ga peka atau karena sering menahan sakit, jadi mulas-mulasnya menurut
saya masih biasa saja, kata saudara saya biasanya terasa pinggang panas, tapi
saya sama sekali tidak merasakannya.
Saat dzuhur tiba, kami memutuskan
ke bidan, disana diperiksa pembukaan baru empat, jadi ada perbedaan antara
pemerikaan bidan dan paraji. Walau kadang mules tapi saya berusaha tenang, saya
pipis, dan sempat makan bakso depan rumah bidan :D, lama-lama memang frekuensi
mulesnya agak sakit, tiba-tiba ibu paraji ini inisiatif memeriksa dan memencet
sesuatu di dalam dan ternyata ketuban dipecahkan, disana saya galau *kok gitu
sih? Apa memang caranya seperti itu? Apa gak apa-apa? Fyi jadi di bidan itu
saya didampingi dengan paraji juga, setelah ketuban dipecahkan saya mersakan
mules yang luar biasa, dan yang saya bisa lakukan adalah ingin memeluk, saya
terus memanggil-manggil mamah saya, dan kami menangis, suami saya mungkin
tegang luar biasa dia terus-terusan ngebanyol yang membuat semua orang tertawa
tapi saya yang strong women dan pelawak standar sule ini malah sebal dengan lawakan recehnya.
Makanya saya hanya memanggil mamah saya bukan suami saya.
Saya bilang pengen bab, bidan
mempersilahkan bab saja di kasur neng kata beliau, saya tau itu adalah “kode”
alam bahwa si bayi ingin segera bertemu,saudara saya bilang kalau mau keluar
bayinya seperti mau bab. Pertama ngeden, dede
bayi belum keluar saya rebahan ke kanan, kedua kalinya masih belum berhasil ada
jeda sebentar.. tak lama saya bulatkan tekad dan ngeden kembali dan byarr suara air dan tangisan bayi kecil
terdengar keras bersamaan dengan adzan maghrib. Semua menghampiri dengan suka
cita dan berurai air mata, di tempelkan bayi mungil itu di dada, terlihat mata
indahnya menatap, subhanalloh..alhamdulillah.. putri kecilku lahir sempurna.
Tiba saatnya saya dijahit,
bissmillah.. teringat lagi kata-kata saudara saya dijahitnya itu perihhh banget
tapi liatin aja dede bayinya pasti sakitnya jaitan ga akan kerasa. Itu adalah
obat bius yang paling mujarab yang telah saya rasakan sendiri, jahitan satu
persatu saya tahan sambil melihat sang bayi yang sedang dibersihkan, semua
tidak terasa bahkan tanpa sadar telah habis tiga gulungan benang jahit karena
kata bidan anaknya besar sekitar 3.5, ngedennya ga sekaligus, pantat ngangkat,
dan otot vagina engga lentur (faktor ga pernah HB sama suami di 2 bulan
terakhir karena takut ganggu kehamilan, padahal HB di bulan2 HPL itu perlu ya) kesalahan pertama saya adalah terlalu focus
belajar tentang kehamilan, dan minim belajar tentang persalinan.
Setelah semua selesai kami pulang kerumah
pukul tujuh malam, saya coba beri asi walaupun asi masih sedikit, bayi kecil
semangat sekali nete-nya, anak
sholeh, anteng banget, nangis kalo celana basah aja. Tiap ga lagi tidur
satu-satu orang yang nengok ditatapnya, pinter banget kamu nak…
Untuk memperbanyak asi saya
disuruh makan daun waluh muda yang direbus, well saya tidak suka terlalu suka
dengan sayur, dan ini harus makan daunnya?? Bismillah.. demi anak cantik dan
sholeh ini harus dimakan. Namun dihari ketiga dirumah si bayi bab terus dan ada
darahnya sedikit..(segaris gitu) saya dan mamah yang membersihkan dan mengganti
popoknya kaget, tapi saya berusaha tenang, saya cari info di mbah google ada beberapa faktor mengapa bayi baru lahir
bias bab berdarah, diantaranya adalah : ……… (bersambung…)
boleh di comment and share.. semoga bermanfaat
BalasHapus