1. Yakinlah semua adalah ketetapan Alloh SWT.yang
terbaik, jangan menyalahkan siapa-siapa, jangan berburuk sangka pada Alloh SWT,
dan jangan sekali-kali menyalahkan diri sendiri, kadang saya juga heran kenapa
anak saya bisa sakit, saya rutin memeriksakan kehamilan ke RS Hermina Bandung dokternya
cocok, abik, ramah dan enakeun hehehe kondisinya baik, tetangga kami yang
(maaf) jorok, botol asinya hanya dicuci seadanya, anaknya tidak pernah sakit,
kalo kata pak Een, ibarat lagi nyabutin rumput kalo anaknya nangis minta asi,
kadang ada yang ga cuci tangan dulu, tapi anaknya sehat-sehat aja.
2. Semua cobaan akan mengantarkan kita menjadi
pribadi yang lebih baik, rugi kalau kita tidak meningkatkan keimanan, apalah
arti tangisan saya selama menemani si Bayi kalau iman saya tidak bertambah.
Jangan merasa cobaan kita paling berat, lihatlah sekeliling banyak orang yang
cobaannya lebih dan lebih susah dari kita. Cobaa google tentang perjuangan
adamfabumi dan si cantik aurora
3. Jangan merasa orang lain harus tahu tentang
kesedihan kita, dan mengumbarnya kemana-mana, itu akan membuat kita tersiksa,
dan jangan berprasngka buruk kaya “loh kok dy ga ada empatinya ya, kok dia cuek
aja pas saya kaya gini?” sempet saya berfikiran seperti itu, tapi buat apa kita
minta dikasihani? Bukankah cobaan itu menguatkan? Saya yang sedang bernegosiasi
pahala dengan Tuhan.
4. Jangan terlampau panik jika anak kita sakit,
coba cari referensi yang baik, tidak ada salahnya membawa anak kita pada
pengobatan yang terbaik walaupun dirasa tidak parah
5. Saking saya parnonya terhadap RSUD Ciamis dikala
saya terserang virus Suudzon, saya sempat goggling dr Nesya (maaf ya dok), dr
anak kedua yang menangani bayi kami, ternyata beliau S1 Umum, dan S2 baru
spesialis anak, bukan meremehkan kemampuan dokter, tapi mengingat tidak ada
dokter anak lain selain beliau saya merasa tidak punya referensi lain. Dan
ternyata dr anak yang pertama yaitu dr Ati, sedang menjalani pengobatan diluar
negeri karena kanker CMIIW (dapat info dari temen kakak ipar yang perawat di
tasik) tapi dokter nesya ini cukup sigap ketika di NICU jika anak saya kenapa2
selama beliau masih bisa datang ke RS, malam-malampun dia akan datang
6. Untuk para perawat maupun semua tenaga medis,
walaupun pasien RSUD Ciamis yang rata-rata (maaf) menengah kebawah, berikanlah
pelayanan dan ketenangan yang terbaik, berikan info yang lengkap, itu berguna
sekali untuk kami, terutama saya, jangan adalagi keluhan kel. pasien yang
mengatakan perawat A baik perawat B judes, kami tahu anda semua lelah, tapi
bukankah kalau LILLAH tidak akan pernah ada LELAH? Saya tahu tidak semua
perawat atau dokter berkarakter yang tidak menyenangkan, terimakasih kepada Bu
linda di peritologi dan bu linda di ruang NICU yang udah baik nganter2 suami
urusin BPJS (namanya sama, cantik dan baiknya juga sama, hehe)
7. Untuk melepas penat, saya iseng jalan-jalan sama
suami ke pasar, dan memang bukan jam besuk, aturannya boleh masuk apabila
memiliki kartu pengunjung (satu ktp untuk satu kartu) atau nanti menunggu jam
besuk (sekitar 4 jam lagi), saat itu saya tidak diperbolehkan masuk, karena
suami yang mengalungkan kartu itu (seperti id card) sudah dijelaskan bahwa saya
ibu bayi, tetap saja hanya satu orang yang boleh masuk, suami saya memberikan
kartu itu kepada saya, tapi saya tidak mau kalu harus menunggu sendiri, saya
kesal berbalik badan sambil ngomel “yaudah, gak apa-apa ya anak saya kelaparan
diatas!!!” kalo inget itu saya malu sendiri anak saya emang mau makan apa?makan
nasi? hehehe, tapi ya namanya juga kesal. Tapi akhirnya ketemu perawat baik,
yang kebetulan mengenali suami saya dan memberitahu “jalan rahasia” untuk masuk
heheh
8. Setelah saya memutuskan masuk kerja kembali,
sebelumnya saya check up ke dokter obgyn, dokter klinik Al-Faiha, dokternya
muda, baik banget, empatinya tinggi pas saya ceritakan pengalaman saya, dan
sempet komplain kenapa dikasih susu formula
9. Saat hamil saya sering mengajarkan anak saya
dzikir pagi sore, dan sebelum tidur mendengarkan lantunan juz amma dari
Mauhammad Al-Ausy, imam besar di masjid nabawi, sambil mengusap, setelah shlat
wajib saya sering berbicara pada anak saya “de, maintain sama Alloh ya biar
papa punya rumah, mama gamau ade tidurnya sempit-sempitan (kami ngontrak,
dengan 2 ruangan, ada dapur dan kamar mandi, dan sampai saat ini masih
ngontrak) saya tahu betapa solehahnya anak kami, mungkin saja dia beneran minta
ke Alloh untuk dibuatkan rumah, tapi bukan rumah biasa, bukan rumah yang
seberapa megahnyapun tidak aka nada apa-apanya jika dibangun di dunia. Saya
menemukan hadist sbg berikut :
Dalam
hadis dari Abu Musa al-Asyari, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat, Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku? Mereka menjawab, Ya. Allah bertanya lagi, Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya? Mereka menjawab, Ya. Allah bertanya lagi, Apa yang diucapkan hamba-Ku? Malaikat menjawab, Dia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Kemudian Allah berfirman, Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itu dengan Baitul Hamdi (rumah pujian). (HR. Tirmidzi 1037, Ibu Hibban 2948 dihasankan al-Albani)
Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat, Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku? Mereka menjawab, Ya. Allah bertanya lagi, Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya? Mereka menjawab, Ya. Allah bertanya lagi, Apa yang diucapkan hamba-Ku? Malaikat menjawab, Dia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Kemudian Allah berfirman, Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itu dengan Baitul Hamdi (rumah pujian). (HR. Tirmidzi 1037, Ibu Hibban 2948 dihasankan al-Albani)
Masyaalloh,
semoga kelak mama papa dan semua keluarga dede bisa menempati rumah yang sudah
ade Syira siapkan untuk kami ya de.. dari sana saya tahu bahwa nabi Muhammad
SAW.juga pernah berduka ditinggal anak dan cucunya, seorang Nabi saja yang udah
soleh, yang ga perlu minta juga Alloh SWT bakal ngabulin, harus menerima cobaan
ditinggal anak, sementara saya, soleh juga engga tapi Alloh SWT mau memebenahi
kami, Alloh SWT sayang pada kami, dia ingin menguji kesabaran kami, agar lebih
taat, lebih beriman, lebih saling menyayangi. Alhamdulillah banyak hikmah yang
diambil dari semua yang telah saya lalui,
10.
Untuk para orangtua diluar sana, untuk para ibu,
calon ibu,apalagi yang sedang menghadapi cobaan tentang anak, anak adalah
titipan, kalo dititipi harus dijaga dengan baik, kalo mau diambil sama yang
punya, kita ga berhak menolak kan? Semangat ya buibu dan pakbapak!!!! Heheh Bagaimana
dengan yang belum dikaruniai anak? Bersabarlah dalam ketaatan, coba baca lagi
kisah nabi Jakaria. Kalo sampai meninggal tidak dikaruniai anak bagaimana?
Bukankah mudah bagi Alloh SWT. Semua perempuan bisa jadi ibu, kalau tidak di
dunia, Alloh SWT.siapkan di surga
11.
Saya pernah mendengar ceramah ust.Basalamah,
tidak perlulah kita mengumbar foto anak di social media, khawatir timbul
penyakit ‘ain (hati) ini seperti cambuk buat saya, saya pernah memajang foto
anak saya termasuk suami saya juga, padahal saya tidak bermaksud apa-apa,, astaghfirullah.. memang Alloh SWT.maha baik,
menegur dengan caraNya yang tak terduga
12.
Kini, kami tidak melulu harus sedih, kita bahagia,
harus bahagia agar Syra di Surga melihat kami mendapat adik untuk Syra, Xoxo
13.
Untuk yang mau tau referensi dokter kandungan
versi saya, kapan-kapan dibahas di tulisan selanjutnya ya.. (saya sempet gonta
ganti dokter obgyn saat hamil)
Ambil
yang baik, hempas yang buruk ya dear pembaca…hehe
0 komentar:
Posting Komentar